Home Balitbang Kemenag Diktis Lingkungan Ketenagakerjaan Pertanian Parlemen Video Foto Download

BRGM Uji Coba Bangun Sekat Kanal Lahan Gambut di Desa Limbung Kalbar

BRGM Uji Coba Bangun Sekat Kanal Lahan Gambut di Desa Limbung Kalbar
Uji coba sekat kanal lahan gambut di Desa Limbung, Kalimantan Barat. (Foto: BRGM)
Uji coba sekat kanal lahan gambut di Desa Limbung, Kalimantan Barat. (Foto: BRGM)

Jakarta, NU Online
Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) RI bersama kelompok masyarakat melaksanakan uji coba pembangunan sekat kanal lahan gambut di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Juni 2021.

 

Pelaksanaan uji coba dilakukan dengan mengganti sekat kanal berbahan dasar kayu cerucuk dengan bahan pipa PVC beton. Kegiatan tersebut dilakukan oleh Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Limbung yang beranggotakan 15 orang.

 

Pada tahap awal pengerjaan, bahan pipa PVC dipancang terlebih dulu kemudian diisi campuran beton dan besi tulangan. Pelaksanaan uji coba pembangunan sekat kanal dengan PVC beton tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan kelompok masyarakat dalam proses pembuatan sekat kanal. 

 

Kepala Kelompok Kerja (Kapokja) Program dan Anggaran BRGM RI Teguh Prio Adi Sulistyo menuturkan bahwa restorasi gambut sangat penting dilakukan, mengingat Indonesia menduduki peringkat keempat sebagai negara yang memiliki kawasan gambut terluas di dunia. 

 

Dijelaskan, luas lahan gambut di dunia mencapai 400 juta hektar. Sementara di kawasan tropis sendiri terdapat 42 juta hektar dan Indonesia memiliki luas lahan 13,9 juta hektar. Teguh menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi lahan gambut yang luar biasa luas. 

 

"Kalau dalam konteks sekarang yang sedang tren adalah perubahan iklim, penurunan emisi karbon, gas rumah kaca, maka jika gambut itu dikelola dengan baik atau direstorasi maka potensi kawasan gambut bisa menyimpan karbon yang luar biasa. Di Indonesia ada sekitar 14 persen dari total keseluruhan gambut yang ada di dunia sekitar 550 giga ton," tutur Teguh.

 

Menurutnya, jika restorasi gambut berhasil dilakukan dengan baik maka akan mampu mencegah bumi dari pemanasan global. Hal inilah, disebut Teguh, sebagai tugas yang sangat mulia lantaran turut membantu penurunan peningkatan suhu bumi. 

 

"Kita melaksanakan tugas mulia karena kita menurunkan peningkatan suhu bumi dengan kita melakukan restorasi kawasan gambut. Inilah pentingnya melakukan restorasi gambut," jelas Teguh.

 

Target restorasi gambut

BRGM sendiri memiliki target restorasi gambut seluas 1,2 juta hektar yang terdapat di tujuh provinsi se-Indonesia, hingga 2024 mendatang. Di antaranya Provinsi Papua seluas 63.009 hektar, Jambi (620.664 hektar), Kalimantan Barat (132.000 hektar), Kalimantan Tengah (174.943 hektar), Jambi dan KHG Lintas Provinsi Sumatera Selatan (66.135 hektar), Sumatera Selatan (135.750 hektar), dan Kalimantan Selatan (7499 hektar). 

 

"Kalau kita berhasil melakukan restorasi gambut berarti melakukan upaya-upaya yang sangat penting yaitu memperbaiki biofisik ekosistem gambut, memperbaiki perilaku sosial untuk ada perubahan ke arah yang lebih baik, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang diam di sekitar kawasan gambut. Ini tiga mandat besar dalam melaksanakan restorasi gambut," pungkas Teguh.

 

Pewarta: Aru Lego Triono
Editor: Kendi Setiawan

Posisi Bawah | Youtube NU Online