Home Balitbang Kemenag Diktis Lingkungan Ketenagakerjaan Pertanian Parlemen Video Foto Download

Gerakan Literasi KH Ahmad Rifa'i dari Generasi ke Generasi

Gerakan Literasi KH Ahmad Rifa'i dari Generasi ke Generasi
Penelitian terhadap gerakan literasi keagamaan KH Ahmad Rifa’i beserta karya-karyanya menunjukkan bahwa KH Ahmad Rifa'i sebagai sosok ulama yang produktif dan menghasilkan pemikiran khazanah Islam melalui kitab tersebut. (Foto: Rifa'iyah Wonosobo)
Penelitian terhadap gerakan literasi keagamaan KH Ahmad Rifa’i beserta karya-karyanya menunjukkan bahwa KH Ahmad Rifa'i sebagai sosok ulama yang produktif dan menghasilkan pemikiran khazanah Islam melalui kitab tersebut. (Foto: Rifa'iyah Wonosobo)

Riset Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang pada Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama yang dilakukan oleh Mustolehuddin dan kawan-kawan pada 2020 mengungkap salah satunya gerakan literasi ulama di Jawa yang sangat produktif yaitu KH. Ahmad Rifa’i. Gerakan literasi ini kemudian diteruskan oleh generasi selanjutnya.

 

Pada riset bertema Penguatan Khazanah Intelektualisme Ulama Nusantara melalui Gerakan Literasi Santri menjelaskan gerakan KH Ahmad Rifa’i dalam melawan penjajah Belanda. Hal ini sebagai bukti bahwa kiai memiliki semangat nasionalisme yang tinggi.

 

Selain itu, bukti kecintaan terhadap tanah air diungkapkan melalui karya-karya dalam kitab Tarajummah. Melalui kitab itu KH Ahmad Rifa’i telah meletakkan dasar literasi yang sangat kuat pada masanya.

 

Penelitian terhadap gerakan literasi keagamaan KH Ahmad Rifa’i beserta karya-karyanya menunjukkan bahwa KH Ahmad Rifa'i sebagai sosok ulama yang produktif dan menghasilkan pemikiran khazanah Islam melalui kitab tersebut.

 

Sejatinya KH Ahmad Rifa’i beserta santri-santrinya telah membentuk jaringan intelektual pada abad 19 dan 20. Terbukti dari beberapa penelitian di antaranya, yang dilakukan Djamil (2001) menunjukkan bahwa melalui karya-karya KH Ahmad Rifa’i telah mempelopori aktivitas intelektual dalam bidang ushuluddin, fikih dan tasawuf di kalangan Rifa’iyah.

 

Dijelaskan juga penelitian sebelumnya oleh Mas’ud (2004), yang juga melakukan studi tentang intelektual pesantren. Disebutkan, pesantren dan santri telah membentuk jaringan intelektual. Seperti yang sudah dilakukan Syekh Nawawi Al bantani, Syekh Mahfudz At Tirmisi, KH. Khalil Bangkalan, KH. Hasyim Asy’ari, dan ulama Nusantara lainnya.

 

KH Ahmad Rifa’i termasuk sosok penggerak literasi pada masanya dan berkembang sampai saat ini. Terbukti daei karya otentik tulisan tangan yang masih bisa ditemukan di Sepuran Sambo Wonosobo.

 

Untuk melestarikan karya-karya KH Ahmad Rifa’i, generasi berikutnya melakukan penyalinan menggunakan tulisan tangan dengan alas kertas cap Eropa. 

 

Selain itu, untuk keperluan pendidikan dan dakwah pada lembaga-lembaga pendidikan baik formal maupun nonformal, kitab-kitab tersebut diperbanyak dengan fotocopy. Sehingga, kitab tersebut dapat disebarkan pada komunitas Rifa’iyah seperti di Wonosobo, Pati, Kendal, Batang, Pekalongan, Cirebon, hingga Jakarta, bahkan luar Jawa.

 

Persebaran kitab-kitab Tarajummah untuk mempermudah memahami isinya. Juga agar mudah untuk dialih bahasakan oleh Kiai Amin Ridlo, dari bahasa aslinya menjadi Bahasa Jawa Latin dan Bahasa Indonesia.

 

Bentuk perkembangan literasi lainnya adalah dengan dibentuknya lembaga penerbitan, seperti Manba’ul Anwar Press dan Pustaka Dinamika.

 

Penulis: Afina Izzati
Editor: Kendi Setiawan

Posisi Bawah | Youtube NU Online