Home Balitbang Kemenag Diktis Lingkungan Ketenagakerjaan Pertanian Parlemen Video Foto Download

Angka Kemiskinan Bertambah, Wakil Ketua DPR: Problem Ekonomi PR Serius

Angka Kemiskinan Bertambah, Wakil Ketua DPR: Problem Ekonomi PR Serius
Wakil Ketua DPR RI, Abdul Muhaimin Iskandar. (Foto: dpr.go.id)
Wakil Ketua DPR RI, Abdul Muhaimin Iskandar. (Foto: dpr.go.id)

Jakarta, NU Online

Wakil Ketua DPR RI, Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI) mengatakan, dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa, ditambah angka kemiskinan yang meningkat, persoalan ekonomi menjadi PR serius yang harus segera ditangani oleh pemerintah RI.

 

Dia mengakui, selama 32 tahun Orde Baru berkuasa, mampu melahirkan kesejahteraan dalam bentuk kedaulatan pangan. Tetapi, rezim Orde Baru kemudian jatuh ketika tidak bisa menjawab persoalan ekonomi masyarakat, baik dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi jangka pendek dan jangka panjang masyarakat.


"Pada era Orde Baru yang berkuasa selama 32 tahun, ekonomi hanya dikuasai para konglomerat yang diharapkan bisa menetes ke bawah. Faktanya, keinginan untuk mewujudkan kesejahteraan tersebut tidak terwujud," katanya saat memberikan sambutan pada Konsolidasi Nasional Perempuan Bangsa bertema Penguatan Peran Perempuan Bangsa dalam Pembangunan Demokrasi yang Berkeadilan di Gedung Serbaguna, Rumah Jabatan Anggota DPR, Kalibata, Jakarta, Selasa (16/2).


Kemudian, lanjutnya, Reformasi memilih membangun kesejahteraan dari bawah ke atas ke bawah. Sayangnya, menurut Gus AMI, setelah 23 tahun berjalan, Reformasi ternyata baru menjanjikan kesejahteraan dan kebahagiaan politik saja, sementara persoalan ekonomi masih perlu banyak pembenahan.


"Kita melihat pekerjaan yang besar dan berat, pekerjaan kita bertumpuk di waktu yang di luar dugaan, di tahun ini, menambah semakin menumpuknya pekerjaan rumah yang selama ini belum kita lakukan dengan baik,” katanya.


Menurut Ketua Umum DPP PKB ini, basis utama kebahagiaan dan kesejahteraan adalah agama. Selain dari itu, hal yang juga mendesak untuk mewujudkan tatanan masyarakat yang sejahtera adalah tercukupinya persoalan ekonomi.


Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir setahun belakangan ini memunculkan problem dan krisis multidimensi, terutama persoalan ekonomi.


Mengacu pada data terkini Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan Indonesia kembali menyentuh angka 10,19 persen pada September 2020. Jumlah penduduk miskin Indonesia bertambah 2,76 juta orang bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kini, total penduduk miskin per September 2020 mencapai 27,55 juta orang.


Pewarta: Fathoni Ahmad

Posisi Bawah | Youtube NU Online