Home Balitbang Kemenag Diktis Lingkungan Ketenagakerjaan Pertanian Parlemen Video Foto Download

Rafi Merbamas, Konsisten Dorong Perades dan Petani Peduli Lahan Gambut

Rafi Merbamas, Konsisten Dorong Perades dan Petani Peduli Lahan Gambut
Seluruh pengetahuan Rafi yang diperoleh dari Fakultas Pertanian Universitas Riau (UNRI) dipraktekan saat kerja-kerja di lapangan. (Foto: Istimewa)
Seluruh pengetahuan Rafi yang diperoleh dari Fakultas Pertanian Universitas Riau (UNRI) dipraktekan saat kerja-kerja di lapangan. (Foto: Istimewa)

Jakarta, NU Online
Luas lahan gambut di Povinsi Riau yang mencapai 4.360.740 hektar turut menjadi perhatian Rafi Merbamas. Pria yang lahir di Duri 18 Mei 1985 ini berupaya semaksimal mungkin agar lahan gambut yang rusak di perdesaan Temiang Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis kembali pulih dengan aneka hayati di dalamnya. 

 

Kebakaran hutan dan kerusakan lingkungan yang kerap terjadi di Riau menjadi cerita pilu masyarakat. Karena ketertarikannya kepada penyelematan lingkungan, pria yang biasa disapa Rafi ini bergabung dengan Badan Restorasi Gambut (BRG) RI pada tahun 2019. Jabatan yang ia emban yakni Fasilitas Desa (Fasdes). Tugas utamanya tak lain mendorong agar kepala desa, perangkat desa, petani dan masyarakat umum peduli terhadap lahan gambut yang dimiliki desa tertentu. Kepedulian itu harus dibuktikan mereka dengan pengelolaan lahan gambut menjadi lahan produktif misalnya lahan gambut yang diubah menjadi perkebunan holtikultura.

 

Kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Bandar Laksamana yang menghanguskan dua hektar lebih pada 2019 lalu menjadi motivasi Rafi untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat. Biasanya, Rafi mendatangi Kantor Desa Tamiang sejak dini hari. Maklum, jarak tempuh dari tempat tinggalnya ke Desa Temiang lumayan jauh, agar bisa sampai di Desa Temiang Rafi membutuhkan waktu beberapa jam. 

 

Setibanya di kanotr desa, Rafi bertemu Kepala Desa dan perangkat desa untuk berdiskusi perihal program restorasi gambut baik yang akan dilakukan maupun yang sedang direncanakan. Setelah itu, Rafi mendatangi para petani. Kehadiran para petani dalam merestorasi lahan gambut dinilainya sangat penting.

 

Selain untuk di-brifing, para petani yang didatangi Rafi diberikan cara-cara pengelolaan lahan gambut tanpa bakar dan tanpa pupuk kimia. Seluruh pengetahuan Rafi yang diperoleh dari Fakultas Pertanian Universitas Riau (UNRI) dipraktikkan saat kerja-kerja di lapangan. 

 

Namun, sejak mewabahnya Covid-19 di Indonesia, kerja Rafi di lapangan tersendat. Rafi tidak bisa memaksimalkan peranannya sebagai Fasdes BRG RI. Meski begitu, ajakan dan upaya untuk memantau dan memulihkan ekosistem gambut di Desa Temiang tidak berhenti. 

 

Rafi sangat bersyukur, para petani dan perangkat desa memiliki alat komunikasi yang memadai sehingga seluruh komunikasi berjalan optimal meski dilakukan dalam bentuk dalam jaringan (daring). 

 

"Kegiatan-kegiatan di desa terus kita pantau melalui WA, telepon dan segala macam. Sekarang pun aktivitas-aktivitas desa beri informasi terutama untuk terus memosting di medsos," kata Rafi kepada NU Online saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu (28/11).  

 

Selain itu ajakan untuk memulihkan lahan gambut kepada perades dan para petani itu dilakukannya dengan intens komunikasi digital melalui WhatsApp grup. 

 

"Kita sudah fasilitasi, kelompok tani juga sudah kita buat untuk di tahun ini. Kita pun banyak melakukan komunikasi dengan pihak desa," tutur ayah dua anak ini. 

 

Rafi berkeyakinan apapun kondisinya penyelamatan lingkungan harus tetap dilakukan. Lahan gambut yang rentan terbakar harus benar-benar dapat dipantau oleh masyarakat. Pihak-pihak terdekat yang bisa mendorong masyarakat adalah kepala desa, perangkat desa dan para petani. Menyadari hal itu, Rafi terus berkolaborasi agar ekosistem gambut di Desa Temiang bisa kembali pulih. 

 

"Pokoknya saat pandemi semua komunikasi dilakukan baik via telepon, video call, dan lain-lain," ucapnya. 

 

Selain itu agar agenda restorasi gambut tetap berjalan dan terencana dengan matang dia berkoordinasi dengan seluruh perangkat desa agar memasukan kegiatan-kegiatan restorasi gambut masuk RPJMDes (Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Desa) tahun 2020-2021. 

 

Rafi menginginkan agar capaian restorasi gambut di tahun mendatang bisa meningkat. Kegiatan pemberdayaan petani dan pengelolaan lahan gambut menjadi lahan produktif pun diprioritaskan Rafi agar bisa memaksimalkan peranan masyarakat perdesaan gambut. 

 

"Pandemi tidak boleh menurunkan semangat kita untuk merestorasi lahan gambut," tutupnya. 

 

Pewarta: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Kendi Setiawan

Posisi Bawah | Youtube NU Online