Home Balitbang Kemenag Diktis Lingkungan Ketenagakerjaan Pertanian Parlemen Video Foto Download

Anggota Komisi VI Dorong Kementerian BUMN Berikan Vaksin Covid-19 Gratis

Anggota Komisi VI Dorong Kementerian BUMN Berikan Vaksin Covid-19 Gratis
Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Marwan Jafar. (Foto: dpr.go.id)
Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Marwan Jafar. (Foto: dpr.go.id)

Jakarta, NU Online

Satu hal yang ditunggu masyarakat saat ini adalah kehadiran vaksin Covid-19 yang masih dalam tahap uji coba. Vaksin diperkirakan baru bisa didistribusikan pada awal tahun depan dengan harga perdosis di kisaran Rp72.500.


Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Marwan Jafar mendorong Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan vaksin Covid-19 kepada masyarakat yang secara ekonomi kurang mampu secara gratis. Ini tidak saja berdasar yang terdaftar sebagai penerima BPJS Kesehatan, tetapi juga kepada masyarakat informal yang kurang mampu.


"Bagi masyarakat yang kurang beruntung secara ekonomi harus diberikan secara gratis, tidak hanya yang masuk BPSJ Kesehatan, tetapi juga kepada BPJS Ketenagakerjaan, penerima bansos, BLT (bantuan langsung tunai), tukang gorengan, juga termasuk wartawan," kata Marwan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (10/9), sebagaimana dilansir Antara.


Marwan menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur Utama PT Bio Farma di kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta.


Pemberian vaksin Covid-19 secara gratis oleh pemerintah kepada masyarakat kurang mampu, menurut Legislator kelahiran Pati 49 tahun yang lalu itu, merupakan bukti bahwa negara hadir di tengah-tengah situasi pandemi.


Ia juga menegaskan, pemerintah harus transparan terhadap keselamatan dalam penggunaan vaksin tersebut. "Soal keselamatan, kalau ada masalah, harus transparan dan harus diumumkan kepada publik," ujar Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) itu.


Selain itu, anggota parlemen daerah pemilihan Jawa Tengah III itu juga meminta BUMN farmasi harus mengantisipasi kekuatan produksi vaksin tersebut. Karenanya, Marwan menyebut perlu menggandeng perusahaan farmasi raksasa untuk transfer teknologi dan ilmu pengetahuan sebagai bentuk mempersiapkan investasi bidang kesehatan.


Pewarta: Syakir NF

Editor: Fathoni Ahmad

BNI Mobile