IMG-LOGO
Lingkungan

BRG Libatkan Pihak Perusahaan Latih Dai Gambut Kuasai ‘Ilmu Alam’ 

Senin 27 April 2020 06:00 WIB
BRG Libatkan Pihak Perusahaan Latih Dai Gambut Kuasai ‘Ilmu Alam’ 
Deputi Bidang Edukasi Sosialisasi Partisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut (BRG) RI Myrna A Safitri. (Foto: BRG)
Jakarta, NU Online
Deputi Bidang Edukasi Sosialisasi Partisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut (BRG) RI Myrna A Safitri menegaskan bahwa pihaknya sudah dan akan terus melibatkan pihak perusahaan untuk melatih para Dai Peduli Gambut (DPG). Dai Peduli Gambut sendiri merupakan program BRG yang sudah berjalan sejak 2016 lalu, sudah ada 257 dai yang menjadi mitra BRG. 
 
Pada program itu, para dai diminta terlibat penuh mensosialisasikan larangan membakar lahan gambut kepada masyarakat secara langsung baik melalui agenda pengajian atau kegiatan lain yang mendukung. Pada prinsipnya, ucap Myrna,  seluruh program dan kegiatan BRG melibatkan masyarakat dan perusahaan. 
 
Myrna menuturkan, tujuan pelibatan perusahaan pada program BRG agar para da’i mengerti topik-topik terkait lingkungan dan cara mengelolanya. Sejak 2016, sudah 257 DPG yang telah mengikuti bimbingan dan pelatihan oleh para pihak perusahaan yang membidangi masalah lingkungan tersebut. Namun, untuk terus memaksimalkan peranannya BRG berkomitmen terus memeprkuat kapasitas Dain Peduli Gambut.  
 
"Semua program BRG ada keterlibatan pihak lain, misalnya untuk memperkuat kapasitas Dai Gambut, kami menggandeng beberapa perusahaan untuk melakukan pelatihan kepada dai di area gambut," katanya saat memandu kegiatan Forum Diskusi Online Dakwah Sejuk di Lahan Gambut yang diselenggarakan oleh BRG RI, Jumat (24/4) siang.
 
Selain itu, pihaknya terus melakukan komunikasi intensif dengan pihak-pihak yang bermitra dengan BRG agar upaya-upaya untuk menyelamatkan gambut dapat dipercepat melalui berbagai pendekatan salah satunya adalah pendekatan agama. Dia meyakini, pendekatan agama dapat secara cepat menyadarkan warga untuk tidak membakar lahan gambut. 
 
Lima narasumber dihadirkan pada diskusi yang diikuti ratusan umat beragama dan aktivis lingkungan di Indonesia ini. Mereka adalah Kepala kelompok Kerja Edukasi Sosialisasi BRG, Suwignya Utama; Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya MUI, Hayu Susilo Prabwo; dan Sekretaris Eksekutif Bidang Kesaksian.    
 
Berikutnya, Dari Gambut Desa Padekik Kabupaten Bangkalis, Riau, Ustadz Nur Azmi; Ketua Pusat Pengajian Islam Universita Nasional Jakarta, Fachrudin Mangunjaya; dan Keutuhan Ciptaan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pendeta Jimmy M Immanuel Sormin.    
 
Tiga tema khusus tentang perintah menjaga alam perspektif agama akan dibahas pada diskusi kali ini, yaitu Pendekatan Moral Keagamaan dalam Restorasi Gambut disampaikan oleh Suwignya Utama.    
 
Kemudian, Perspektif Ajaran Islam terhadap Pelestarian Lingkungan Hidup disampaikan oleh H Hayu Susilo; dan Perspektif Ajaran Kristen terhadap Pelestarian Lingkungan Hidup disampaikan oleh Pendeta Jimmy M Immanuel Sormin.   
 
Selanjutnya, materi Bagaimana Pelaksanaan dan Pembelajaran dari Dakwah Restorasi Lahan Gambut? disampaikan Ustad Nur Azmi. Adapun Model Pendekatan Moral Agama untuk Restorasi Gambut: Catatan Penelitian disampaikan oleh Fachrudin Mangunjaya.
 
Pewarta: Abdul Rahman Ahdori 
Editor: Kendi Setiawan

Baca Juga