IMG-LOGO
Lingkungan

Restorasi Lahan Gambut di Sumsel Terus Meningkat

Ahad 19 April 2020 13:30 WIB
Restorasi Lahan Gambut di Sumsel Terus Meningkat
Capaian restorasi lahan gambut di Sumatera Selatan terus mengalami peningkatan. Pendampingan lahan konsensi oleh BRG pun semakin meluas. (Foto: BRG)
Jakarta, NU Online
Badan Restorasi Gambut (BRG) terus memaksimalkan peranannya sebagai lembaga yang berwenang merestorasi atau memulihkan ekosistem gambut. Sumatera Selatan menjadi salah satu dari tujuh provinsi yang menjadi target restorasi BRG RI. 
 
Berbagai langkah telah dilakukan oleh BRG agar lahan-lahan gambut di Bumi Maritim tersebut dapat diurai, bahkan bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan produksi komoditi pertanian. 
 
Salah satunya adalah dengan turun ke desa-desa memantau langsung area-area gambut yang rentan terbakar. Termasuk kawasan yang telah dibakar dan dibiarkan begitu saja oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. 
 
Sejak dibentuk tahun 2016 lalu, BRG langsung mempercepat pemulihan dan pengembalian fungsi hidrologis gambut yang rusak terutama akibat kebakaran dan pengeringan. Kerusakan lahan gambut di Sumatera Selatan sendiri mencapai 102.060 haktar. 
 
Dinamisator BRG Sumatera Selatan, DD Shineba melaporkan, capaian restorasi lahan gambut di Sumatera Selatan terus mengalami peningkatan. Pendampingan lahan konsensi oleh BRG pun semakin meluas. 
 
"Sudah semakin bagus, progresnya terus meningkat," kata DD Shineba kepada NU Online, Jumat (10/4). 
 
Ia menjelaskan, lahan gambut di Sumatera Selatan tersebar di tujuh kabupaten yaitu Kabupaten OKI, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara, Kabupaten Pali, dan Kabupaten Muara Enim.  

"Paling luas lahan gambutnya di Kabupaten OKI, luasnya mencapai lebih dari 600 ribu hektar. Total lahan gambut sendiri 1,6 juta hektar. Tempat-tempat kabupaten lain paling 100 ribu hektar, 200 ribu hektar," terangnya.
 
Sementara lahan gambut yang mengalami kerusakan di Sumatera Selatan sekitar 500 ribu hektar, terdiri dari kawasan perkebunan sawit dan Hutan Tanaman Industri (HTI). Berdasarkan misi BRG, lanjutnya, pihaknya terus merancang dan mengembangkan pemanfaaatan gambut yang berkelanjutan.
 
Kemudian, memfasilitasi pemulihan gambut yang terdegradasi, menggalang partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan restorasi gambut. Dan, memfasilitasi aksi riset untuk mendukung pengelolaan ekosistem gambut.
 
"Semua misi itu terus kami lakukan, progresnya pun semakin membaik. Kini lahan-lahan gambut yang awalnya terbengkalai mulai dimanfaatkan petani," tuturnya.  
 

Pewarta : Abdul Rahman Ahdori  
Editor  : Kendi Setiawan

Baca Juga