IMG-LOGO
Trending Now:
Lingkungan

Masyarakat Riau Diminta Kembalikan Kesehatan Gambut

Selasa 9 April 2019 19:45 WIB
Masyarakat Riau Diminta Kembalikan Kesehatan Gambut

Bengkalis, NU Online
Deputi Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan pada Badan Restorasi Gambut,  Myrna A Safitri,  mengajak masyarakat Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau untuk mengembalikan lahan gambut menjadi lahan basah.  Hal itu karena jika lahan gambut kering akan mudah terbakar dan mengeluarkan zat yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

Myrna lalu mengutip hasil penelitian Antariksa Amerika Serikat bahwa saat gambut terbakar, terdapat gas beracun yang bebas mengudara dan dihirup oleh masyarakat sekitar. Racun itu adalah hidrogen sianida. Satu hirupan hidrogen sianida dapat mematikan nyawa seseorang apalagi dihirup secara bebas.  Untuk itu harus ada komitmen kuat dari semua kalangan untuk merubah pola dalam mengelola lahan gambut.

"Yang beredar di udrara tidak terlihat,  tapi berbahaya untuk paru paru," kata Myrna saat memberikan sambutan dalam Doa Bersama Menuju Riau Hijau dan Pengolahan Lahan Gambut Tanpa Bakar di Pondok Pesantren Al-Amin, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Selasa (9/4).

Ia menjelaskan,  udara yang dihirup oleh masyarakat dari gas gambut yang terbakar berdampak buruk untuk kesehatan masyarakat sepuluh dua puluh tahun mendatang. Ia meninta kepada seluruh elemen untuk tetap waspada dengan tidak mengucilkan masalah kebakaran gambut.

"Harus waspada karena beberapa tahun sakit,  jika kita tidak membuat perubahan untuk lingkungan kita," ucapnya.

Ia merinci beberapa dampak yang sering terjadi saat asap gambut menyelimuti warga.  Yakni batuk,  sesak nafas dan perih mata. 835  ribu hektar yang terbakar harus dikembalikan fungsinya. Karena itu diperlukan lembaga khusus yang menangani kerusakan lahan gambut.  Maka dibentuklah BRG.

"Gambut yang sudah rusak ada 7,2 hektar. BRG seperti rumah sakit yaitu mengembalikan lahan gambut menjadi sehat," tuturnya.

Solusinya adalah merubah perilaku masyarakat dengan menyadari bahwa lahan gambut dapat berbahaya jika salah menggunakannya.  Termasuk prilaku mengelola lahan gambut tanpa bakar.

Seperti diketahui, sejak Ahad (7/4) lalu BRG melakukan Road Show Doa Bersama Menuju Riau Hijau dan Pengelolaan Lahan Gambut Tanpa Bakar di 4 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau.  Kegiatan itu diisi dengan pengajian dan sosilisasi mengenai pengelolaan lahan gambut dan pemaparan cara mengelola lahan gambut oleh BRG. (Abdul Rahman Ahdori/Aryudi AR).


Tags: